SELECTAJA.COM, Jakarta – Kabar terbaru berasal dari ribuan rakyat Indonesia, khususnya Jakarta yang padati area Monas. Aksi damai bela Palestina tersebut tuai pro dan kontra dari para netizen. Dilansir dari unggahan akun Instagram @dasadlatif1212, tampaklah ribuan orang yang padati area Monas sambil junjung tinggi bendera Palestina.
Aksi damai bela Palestina tersebut sebagai bentuk rasa kemanusiaan yang mereka tuangkan dengan cara berbondong-bondong berkumpul agar dunia tahu bahwa Palestina berhak mendapatkan kembali hak hidupnya dan tidak dijajah di tanahnya sendiri.
Namun, sangat disayangkan, aksi damai bela Palestina tersebut malah tuai pro dan kontra dari netizen Indonesia. Diunggah ulang oleh akun @lambe_turah, unggahan tersebut pun ramai dikomentari netizen.
“GAK ADA KERJAAN,” tulis salah satu netizen Lambe Turah, dikutip Selasa (6/11).
“Kalo disuruh berangkat ke Palestina bakal sebanyak ini juga nggak ya?” tanya netizen lain.
Komentar positif dan negatif pada unggahan @lambe_turah seolah sama banyak. Sebagian netizen kontra akan aksi damai tersebut, sebab menurut pandangan mereka hal tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap Palestina. Tapi sebagian lainnya menganggap bahwa aksi damai bela Palestina tersebut merupakan salah satu cara untuk jihad di dalam agama Allah SWT.
Tak hanya di Indonesia, aksi damai bela Palestina ini juga digelar di beberapa negara. Meski sudah dikecam oleh banyak negara, Israel tetap menjalankan aksi kejinya di negeri para nabi tersebut. Untuk saat ini tercatat lebih dari 8 ribu jiwa meninggal dunia di Palestina karena serangan dari Israel.
Dengan adanya hal ini, kembali mengingatkan bahwa ini merupakan peperangan agama, namun penjajahan atas wilayah teritorial. Oleh sebab itu, banyak netizen menyuarakan untuk selalu berada di pihak Palestina meskipun bukan beragama Islam. Sebab banyak juga non muslim yang tinggal di Palestina yang ikut terkena dampaknya.
Kita doakan semoga masalah ini segera selesai agar tidak ada lagi korban jiwa lebih banyak, Aamiin YRA.
“Baca juga: Enggan Beri Sanksi ke Atlet Israel, Rusia Sindir IOC
Editor: Dona.








