SELECTAJA.COM, Internasional – Sergey Lavroy, selaku menteri luar negeri Rusia sindir Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena enggan berikan sanksi terhadap atlet Israel. Tepat Kamis (2/11) kemarin, Sergey Lavroy mengaku kecewa sebab sama sekali tidak ada tindakan maupun sanksi terhadap atlet-atlet Israel.
Menteri luar negeri Rusia merasa atlet-atlet dari negara Bintang Daud tersebut harus dikenakan sanksi atas tindakan dan kekejaman yang telah dilakukan oleh zionis negaranya terhadap Palestina.
“IOC telah mendiskreditkan dirinya sendiri secara keseluruhan,” ungkap Lavrov yang menyindir IOC yang telah memasukkan unsur politik ke dalam dunia olahraga yang kerap dilakukannya, mengutip dunia.tempo.co.
Sergey Lavrov pun juga mengatakan bahwa setiap kepentingan negara-negara Barat, terkhusus Amerika Serikat, maka IOC akan dengan sigap ikut andil dan mengupayakan kepentingan tersebut agar segera tercapai.
Pada Rabu, (31/10) sebelumnya, juru bicara IOC pun telah memperingatkan agar tidak adanya diskriminasi terhadap atlet-atlet dari negara Israel, terlepas negaranya telah membuat kegaduhan di seluruh Palestina.
“IOC berkomitmen pada konsep tanggung jawab individu dan atlet-atlet tidak bisa dimintai pertanggung jawaban atas tindakan yang dilakukan oleh pemerintah mereka. Jika ada atlet yang melakukan diskriminasi, IOC jelas akan mengambil tindakan seperti yang dilakukan pada Olimpiade Tokyo 2020,” tegas juru bicara IOC.
Mengingat kembali pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu, atlet judo dari al-Jazair yang bernama Fethi Nourine yang mengundurkan diri dari pertandingan, sebab enggan bertarung dengan Tohar Butbul atlet asar Israel. Karena tindakan diskriminasi tersebut, Fethi Nourine dan pelatihnya dijatuhi hukuman larangan bertanding selama 10 tahun.
“Baca juga: Kecewa! Dara Arafah Ungkap Temannya Banyak Bela Israel
Editor: Dona.








