JAMBI – Kunjungan mendadak yang dilakukan DPRD Provinsi Jambi ke PT Usaha Mitra Batanghari, Senin lalu, berubah panas bak bara yang mereka angkut. Kedatangan wakil rakyat itu merupakan respons atas laporan dari masyarakat dan pelaku UMKM di Muaro Jambi serta Kota Jambi yang mengaku terdampak pencemaran lingkungan akibat aktivitas perusahaan batu bara tersebut.
Laporan yang sampai ke meja DPRD tak main-main. Warga menyebut mulai dari gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga turunnya pendapatan UMKM akibat kondisi lingkungan yang memburuk.
Di ruang pertemuan perusahaan, pihak PT Usaha Mitra Batanghari menayangkan sejumlah video proses pemuatan batu bara ke tongkang. Dalam rekaman itu tampak material berhamburan dan jatuh ke aliran sungai, bahkan beterbangan dihantam angin.
Namun alih-alih memberi jawaban lugas, pihak perusahaan dinilai berbelit-belit. Hal itu sontak membuat Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, naik pitam.
“Kalau saya benar saya tidak takut mas, dari tadi saya tanya jangan kira saya sembarang mas, dari tadi saya tanya dijelasin stockfile lain-stockfile lain,” kata Hafiz dengan kesal.
Tak sampai di situ, Hafiz semakin menekan perusahaan agar mengakui bahwa pencemaran sungai berasal dari stockpile yang mereka kelola.
“Inikan jelas stockfile kalian, ngaku nggak, bahwa ini stockfile kalian,” kata hafiz.
Sempat mengelak, akhirnya sang penanggung jawab perusahaan, Eko, mengakui.
“Ngaku pak, itu memang stockfile kita pak,” jawab Eko Penanggung Jawab PT. Mitra Usaha Batanghari.
Melihat kondisi di lapangan yang dinilai tak transparan, Hafiz menegaskan pihaknya akan melanjutkan persoalan ini hingga ke tingkat kementerian.
“Kami bawa ke Kementerian ini, dari tadi jelasin malah jelasin stockfile lain. Inikan sudah jelas, masyarakat terdampak, sungai terdampak,” tegasnya.
Meski begitu, pihak perusahaan masih berupaya membantah tudingan pencemaran sungai. Eko menyebut persoalan lingkungan tersebut bukan bersumber dari aktivitas mereka.
“Dimana pada saat aduan masyarakat sebenarnya pencemaran itu bukalah dari stockfile kita pak,” kata Eko.
Ia menuding ada stockpile lain di seberang yang justru menjadi penyebab pencemaran.
“Salah satu aktivitas bukan stockfile kita, ini aktivitas stockfile di seberang kita, dengan stockfile di seberang kita, saya bisa menunjukkan video yang terakhir kali dimana saat aktivitas kita sama sekali tidak melakukan pencemaran yang seperti kita lihat pada video yang ditampilkan sebelumnya.” (**)








