SELECTAJA.COM, PENDIDIKAN – Nadiem Makarim putuskan skripsi tak wajib lagi bagi mahasiswa S1 malah tuai pro dan kontra. Hal tersebut disampaikan Nadiem dalam diskusi Merdeka Belajar Episode 26: Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi, Selasa (29/8) kemarin dan diunggah kembali oleh
“Tugas akhir bisa berbentuk macam-macam, bisa berbentuk prototipe, proyek, bisa berbentuk lainnya, bukan hanya skripsi tesis dan disertasi. Keputusan ini ada di perguruan tinggi,” putus Nadiem Makarim dan dikutip Rabu (30/8).
Menurut riset pun, memang ada beberapa perguruan tinggi yang tidak mewajibkan skripsi sebagai syarat kelulusan dalam perguruan tinggi. Akan tetapi, tampaknya keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ini menuai pro dan kontra. Pasalnya, sebagian publik menilai bahwa skripsi merupakan langkah yang menentukan apakah mahasiswa tersebut berkualitas atau tidak.
Dengan adanya skripsi, tesis dan disertasi dianggap bahwa mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi tersebut bukanlah mahasiswa yang abal-abal. Akan tetapi, Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa ketentuan ini hanya berlaku bagi mahasiswa D4 dan S1 saja. Mahasiswa S2 dan S3 tetap diwajibkan tesis dan disertasi.
Melalui unggahan Instagramnya pun Nadiem Makarim kembali merangkum pembahasan pada Diskusi Merdeka Belajar tersebut.

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi Sebut Skripsi tak WajibUnggahannya tersebut lanngsung dibanjiri komen-komenan mahasiswa yang tampaknya merasa kesulitan dengan adanya skripsi.
“Satuju pak, skripsi hapus saja di semua kampus. Aamiin semoga secepat mungkin terealisasi,” tulis salah satu netizen.
“pak skripsi dihapuskan mulai tahun ini ajaaa pak,” pinta netizen lain.
Meski mendapat pro yang penuh dari unggahan pribadinya, keputusan Mendikbudristek ini dibanjiri kontra pada akun @lambe_turah yang turut membagikan kabar ini.
“Sudah pakk mundur pakkkkkk.. Kami sudah tersiksa adanya zonasi. Sudah ya pakk,” tulis netizen Lambe Turah.
“Tim yang gak setuju kalau gak ada skripsi.. Halo pak, please jangan,” tulis netizen lainnya.
“Baca juga: Edi Purwanto Berdiskusi Santai Bersama Mahasiswa Fakultas Hukum UNJA
Editor: Dona.








