SELECTAJA.COM, Jakarta – Kemendag (Kementrian Dagang) Republik Indonesia baru-baru ini tolak permintaan para pedagang Tanah Abang untuk tutup e-commerce, seperti Shopee, Lazada, dan situs jual-beli online lainnya.
Kemajuan teknologi memang tidak dapat dihindari, itulah kenapa banyak pedagang-pedagang baru yang terjun ke dalam dunia sosial media untuk berdagang. Namun, hal tersebut malah memberikan dampak yang luar biasa bagi pedagang offline, salah satunya pasar Tanah Abang.
Dengan adanya platform jual-beli, semakin membuat lapak dagang semakin sepi, sebab ada banyak nilai tambah apabila berbelanja melalui online. Sebelumnya, Tiktok Shop pun telah dihapuskan, karena banyak pedagang offline mengeluh sepi pembeli.
Tampaknya setelah Tiktok Shop dihapuskan tidak dapat mengembalikan pelanggan, sehingga para pedagang Tanah Abang meminta Kementrian Perdagangan RI untuk tutup e-commerce. Meski telah mengeluh dan meminta agar e-commerce dihapuskan, permintaan tersebut malah ditolak oleh Kemendag.
Kemendag menolak permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Diyakini bahwa hal tersebut juga akan berdampak sangat besar bagi pekerja yang terlibat dalam e-commerce tersebut. Paling tidak akan ada belasan ribu kurir yang akan menjadi pengangguran.
Dilansir dari unggahan @lambe_turah, netizen tampak geram dengan para pedagang Tanah Abang yang seolah tak terima dan menyalahkan kemajuan teknologi.
“Tanah abang aja yg ditutup gimana? Ribet amat bnyk maunya, emangnya yg cari rezeki orang” yg hanya kerja ditanah abang, bayangin kl beneran ol shops dittup berapa Bnyk pengangguran yg akan ada?” tulis salah satu netizen dengan tanya.
“perkembangan jaman tidak bisa dihindari pak, buk… mau ngga mau makin kesini jaman akan semakin modern. kitanya harus bisa menyesuaikan jaman, bukan malah berusaha menghentikan perkembangan jaman,” tulis netizen lainnya, dikutip Minggu (15/10).
“Baca juga:Teten Masduki Larang Tiktok Berjualan di Indonesia
Editor: Dona.








