SELECTAJA.COM- Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Kemas Alfarabi mengapresiasi terhadap keputusan Gubernur Jambi Al Haris stop sementara aktivitas angkutan batu bara yang menyebabkan kemacetan parah diruas jalan nasional di Kabupaten Sarolangun dan Batang hari untuk beberapa hari.
Kemas Alfarabi meminta pemerintah Provinsi Jambi melakukan pemberhentian aktivitas angkutan batu bara sampai pembangunan jalan khusus batu bara selesai.
“Hentikan aktivitas batu bara hingga jalan khusus itu selesai, sehingga ada beban dari perusahaan batu bara itu, kalau seperti ini takutnya pembangunan jalan khusus di ulur mereka,” kata Kemas, Kamis (2/3).
Kemas menambahkan, untuk percepatan pembangunan jalan khusus batu bara ini harus melibatkan semua perusahaan tambang batu baru. menurutnya saat ini baru beberapa yang ikut berpartisipasi terhadap pembangunan jalan khusus batu bara tersebut.
“Baru tiga perusahaan yang ikut berpartisipasi jalan khusus batu bara dari 21 perusahaan, seharusnya seluruh tambang yang ikut serta sehingga jalan khusus tersebut cepat terselesaikan,” tegasnya.
Selain itu, permintaan batu bara dari Kementerian BUMN itu sebanyak 40 juta ton per tahunnya, sedangkan cadangan batu bara di Provinsi Jambi ini sebesar 1,9 miliar ton atau dalam waktu 100 tahun baru habis.
“Target nya begitu besar 40 juta ton dalam setahun tidak sebanding dengan bantuan dari perusahaan batu bara yang hanya memberi Rp 3,9 miliar. Jika diuangkan 40 juta ton itu uang nya 70. Mereka beralasan batu bara ini untuk membantu inflasi nasional agar terdongkrak, tapi nyatanya Jambi menjadi daerah yang paling tertinggi inflasi nya mencapai angka 8,55 persen, ujung-ujungnya tetap masyarakat terkena dampaknya,” jelasnya.
Provinsi Jambi, lanjutnya, banyak dari hasil buminya yang dihasilkan, tetapi Jambi tidak ada perubahan, seperti infrastruktur dan pelabuhan nasional yang hingga saat ini belum selesai.
Kemas berharap agar Gubernur Jambi memberi peraturan yang jelas dan tepat, jangan terlalu banyak aturan tentang batu bara, cukup satu poin saja.
“Jadi sekarang belum jelas, apa besok di buka lagi aktivitas batu bara. Saya menyarankan tutuplah tambang batu bara hingga jalan khusus itu selesai, jadi permasalahan kemacetan bakal terhindari,” katanya menambahkan.(*).








