SELECTAJA.COM, Nasional – Terkait pengungsian Rohingya, Jokowi sebut adanya dugaan perdagangan atau jual beli manusia. Dilansir dari unggahan video di Instagram Jokowi, beliau selaku orang nomor satu di Indonesia pun memberikan tanggapannya mengenai datangnya masyarakat Rohingya yang membludak di Aceh sejak beberapa waktu lalu.
Jokowi angkat bicara mengenai adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang, atau TPPO terkait warga Rohingya, Bangladesh.
“Saya memperoleh laporan mengenai pengungsi Rohingya yang semakin banyak yang masuk ke wilayah Indonesia, terutama ke provinsi Aceh. Terdapat dugaan kuat ada keterlibatan jaringan tindak pidana perdagangan orang dalam arus pengungsian ini,”kata Jokowi dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (9/12).
Sebagai presiden Indonesia, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tentu tidak akan tinggal diam dengan adanya kasus ini. Pemerintahan Indonesia akan memberikan bantuan sementara terhadap pengungsi Rohingya tanpa membelakangkan kepentingan masyarakat lokal.
Kasus ini dianggap bukanlah sebuah kasus kecil yang dapat dianggap remeh. Dalam konperensi pers pada Jumat (8/12) kemarin, Jokowi mengatakan bahwa pemerintahan Indonesia akan bekerja sama dengan organisasi Internasional dalam menghadapi kasus ini.
Terlepas dari itu semua, para pengungsi Rohingya ini memang kerap membuat lokal geram. Sebab, terdapat oknum-oknum yang membuat kegaduhan di pengungsian. Jumlah para pengungsi yang makin hari makin membludak ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat lokal.
Teori konspirasi pun bermunculan sejak mencuatnya prahara mengenai warga Rohingya ini. Sebagian publik beranggapan bahwa warga Rohingya sengaja didatangkan ke Indonesia sebagai pengalihan isu dari kasus Palestina dan Israel.
Apapun itu, semoga pemerintah Indonesia segera memberikan solusi terbaik sehingga tidak merugikan pihak manapun.
“Baca juga: IG Presiden Jokowi Dibanjiri Komentar Warganet Soal Kasus Kopi Sianida
Editor: Dona.








