JAMBI – Pimpinan dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jambi melakukan konsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Jumat (10/1/2025).
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, bersama Wakil Ketua Ivan Wirata, Faizal Riza, dan anggota Banggar, diterima langsung oleh Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Fernando Hasudungan Siagian.
Ketua DPRD Jambi, M. Hafiz Fattah, menyampaikan bahwa konsultasi tersebut membahas evaluasi APBD Jambi 2025 yang telah disahkan sebesar Rp4,757 triliun.
“Kita juga konsultasi terkait program strategis nasional ke depan, ketahanan pangan, dan Juklak Juknis makan siang gratis,” ujarnya.
Selain itu, Banggar juga mendiskusikan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan terkait pencadangan dana transfer daerah dari pusat.
“Diskusi berjalan lancar, kita banyak dapat masukan dari Kementerian. Ini menjadi bahan kita diskusikan kembali dengan TAPD Provinsi Jambi. Dalam menindaklanjutinya nanti harus sesuai dengan aturan dan perkembangan yang ada di pusat,” tegas Hafiz.
Hafiz juga mengungkapkan bahwa dana transfer pusat ke daerah pada 2025 sebesar Rp21,84 triliun. Dana tersebut terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp6,20 triliun untuk 409 satuan kerja (Satker) dan transfer daerah sebesar Rp15,64 triliun untuk 12 pemerintah daerah (Pemda).
Namun, jumlah ini turun dibandingkan tahun 2024, yang mencapai Rp23,59 triliun. Berbagai pos anggaran juga mengalami penurunan, seperti insentif fiskal dari Rp127 miliar menjadi Rp59 miliar, hibah daerah dari Rp29 miliar menjadi Rp14 miliar, serta DAK fisik dari Rp932 miliar menjadi Rp718 miliar.
“Banyak terjadi penurunan, ini adalah tantangan bagi kita semua untuk memaksimalkan dana yang ada hari ini. Bagaimana kegiatan-kegiatan tetap berjalan dan misi besarnya tetap tercapai,” jelas Hafiz.
Meski anggaran berkurang, Hafiz optimis Pemerintah Provinsi Jambi tetap mampu menjalankan program strategis, seperti swasembada pangan dan makan siang gratis.
“Optimis bisa swasembada pangan tahun 2028,” pungkasnya. (**)








